Barangkali
sebuah catatan yang kecil ini, bisa membantu untuk mengembangkan apa yang kamu
cita-citakan selama ini, sebuah cita-cita yang mulai dahulu kamu pelihara dan
kamu yakini suatu kelak bisa kau gapai, terutama menjadi seorang penulis yang
benar-benar penulis sejati.
Baik saya akan memulai catatan kecil ini dengan berucap Bismillahirrahmanirrahim. Segala puji hanya untukmu ya Robbi, moga hambaMu yang lemah ini selalu kau lindungi dengan daya kekuatanMu. Shalawat dan salam semoga terus mengalir seperti air di hilir sampai suatu saat tuhan meng-end-kan skenarionya.
Dahulu, ada kabar tak enak tentang pradigma seorang penulis. Katanya
chi...menjadi penulis adalah karir yang tidak menjanjikan, itu kalau dilihat
dari segi penghasilannya, itu dulu khan...! beda halnya menjadi seorang
pegawai, pengusaha, wiraswasta dll. Padahal menjadi seorang penulis itu adalah
pekerjaan yang teramat mulia, sebab dengan menulis kita bisa berdakwa lewat
tulisan yang kita tulis lalu dikirim ke berbagai media dan pada akhirnya banyak
orang yang membaca. saya pikir ini adalah salah satu bentuk wujud konkrit kita
untuk ikut andil dalam mencerdaskan anak bangsa di negeri ini. Baik itu tulisan
berupa buku comic, buku anak-anak Tk, dewasa atau cerita-hikayat dan itu semua
sangat berarti untuk anak negeri ini. Baik saya akan memulai catatan kecil ini dengan berucap Bismillahirrahmanirrahim. Segala puji hanya untukmu ya Robbi, moga hambaMu yang lemah ini selalu kau lindungi dengan daya kekuatanMu. Shalawat dan salam semoga terus mengalir seperti air di hilir sampai suatu saat tuhan meng-end-kan skenarionya.
Kiranya perlu disadari, bahwa untuk membuka cakrawala pengetahuan adalah jalan salah satunya dengan cara banyak membaca-menulis-berdiskusi, dan ini sebuah mata rantai yang tidak boleh dipisahkan karena hal itu sangat berkaitan, antara yang satu dengan yang lainnya. Kalian masih ingat khan...! hal pertama kali yang diperintahkan tuhan kepada nabi kita; Muhammad SAW adalah perintah untuk iqra’; bacalah. Maka dengan membaca kita akan banyak menemukan apa yang tidak orang lain temukan.
Baiklah kita kembali lagi ke permasalahan di awal, menjadi seorang penulis tidak cukup hanya bermodal minat dan bakat saja. Sebab jika hal itu yang dijadikan modal utama, saya yakin usianya untuk menjadi penulis hanya sebatas usia jagung saja. Tetapi dalam hal ini, cobalah kita untuk menjadi pohon pisang, dia tidak akan mati sebelum berbuah; memberi manfaat kepada yang lain. Menjadi penulis itu harus punyak tekat dan kerja keras yang kuat, sebab siapa saja bisa menjadi seorang penulis, baik itu tukang pecak, gelandangan, pengangguran atau lainnya. Semuanya akan menjadi penulis jika di topang dengan hal yang saya sebutkan diatas. Namun yang sulit adalah bagaimana menjadi penulis yang punya niat yang benar dan punya keinginan yang kuat dalam bentuk keeksistensianya berkarya, dan tidak hanya menulis disaat hati dan pikrannya mood saja atau ketika pengen doank. Tetapi dia selalu berusaha untuk pekah melihat situasi yang menuntutnya untuk menulis.
Sebagai catatan kecil untuk penulis pemula, jangan pernah merasa lelah dengan apa yang telah dikerjakan; menulis. Sebab hal serupa merupakan tantangan yang harus dihadapi dan dilawan agar kamu benar-benar menggapai apa yang kamu inginkan. Dan sebagai landasannya awal menjadi seorang penulis harus punya hati yang suci serta rendah hati sebab dengan hal itu, kita akan selalu melakukan proses pembenahan dan perbaikan terhadap tulisan kita sendiri. Tetapi sifat sebaliknya, hati kita akan merasa sombong dan pada akhirnya kita menjadi lupa dengan yang nama fungsi kolektik dalam suatu naskah yang kita tulis. Lantaran kita sudah merasa bahwa apa yang kita tulis sudah benar-benar baik dan bagus. Padahal apa yang kadang kita lakukan dan kita pikirkan baik menurut kita, belum tentu menurut orang lain dan tuhan baik pula.
Percayalah dalam setiap doa yang kita panjatkan setiap waktu, tuhan pasti mendengar dan mengabulkannya untuk kita. Dan sebagai seorang penulis tidak pantas sekali jika meninggalkan doa dalam usahanya sebab keduanya seperti tangan telunjuk dan tangan jempol kita yang selalu bergandengan kemana saja kita pergi.
Dan jangan merasa mender tulisan kita dibaca orang lain, terutama di depan orang-orang yang lebih pintar. karena suatu keberanian berbuat di banyak orang yang benar akan membawa tulisan kita lebih berkualitas, sebab disanalah fungsi kolektif akan berlaku. Selain hal itu, pekejaan sebagai penulis tidaklah mudah dengan apa yang kita bayangkan kecuali ada niat-usaha serta doa, maka semuanya akan menjadi lancar.
Suatu pepatah mengatakan: lakukanlah sesuatu yang tidak orang lain melakukannya, karena suatu saat kamu akan mendapatkan apa yang tidak orang lain mendapatkan. So, ayo...bangkit dan semangat lagi. Bangun tidur, tidur lagi lalu bangun...dan selamat beraktivitas kembali...
Semoga catatan kecil ini bisa menjadi manfaat. Kalau ada baiknya itu datang dari tuhan dan silahkan di ambil, namun jika ada kesalahan itu datang dari saya secara pribadi dan saya minta maaf sebesar-besanya.
Madura, 03 September 2012
@@@
Terinspirasi
saat lagi membaca beberapa biografi penulis besar di indonesia dan semoga kita
semua menjadi penerus mereka. Meski jalan kesana penuh liku-liku, tetapi semua
itu bukanlah alasan untuk kita mundur. Sebab mundur selangkah, belum tentu ada
waktu yang hakiki dan takdir tuhan untuk kita kembali memutar waktu yang mundur
selangkah itu. So, we must to learing menghargai waktu sebaik-baik mungkin.
Bayangkan jika waktu itu tidak bisa kita putar kembali. Pasti kita akan berkata: seandainya dulu ya...aku semangat belajar dll. Pastilah aku sekarang bahagia bisa menikmati jerih payahku sendiri.
Sahabatku, hidup ini begitu singkat sekali, batasnya hanya siang dan malam, cuaca dan suasana, jika semuanya kita biarkan berlalu begitu saja. Kita pastilah rugi. Sebab hidup ini begitu indah, tidak cukup rasanya jika kita hanya mengisinya dengan rasa kemalasan, tetapi yang sulit dalam hidup ini adalah bagaimana nanti setelah kita tiada, kita masih bisa dikenang oleh keluarga kita, teman, sahabat kita, orang yang kita cintai. semua itu bukanlah hal yang mudah kita gapai dengan hanyaa memejamkan mata. Butuh kerja keras, butuh doa. Seperti banyak orang bilang bahwa: Time is mony.
By: Mawardi
00.11
PENA KAMPUS
Posted in: 


0 komentar:
Posting Komentar