April 01, 2013

KALAB Unitri: “Kami Harus Mengadakan Penyesuaian”




P
embayaran uang praktikum seakan menjadi dilema bagi mahasiswa UNITRI khususnya mahasiswa angkatan 2010. Setidaknya itulah yang dialami mahasiswa prodi Komunikasi saat ini yang harus mencicil Rp. 50.000 tiap semester.
Keengganan mahasiswa untuk membayar uang praktikum dilatarbelakangi oleh ketidakadaannya MK praktikum yang mereka ambil dan ketidakjelasan penggunaannya. Saat KPS Komunikasi menginformasikan pada mahasiswa untuk membayar uang praktikum, mereka tampak bingung dan menggerutu. Pasalnya, MK yang mereka ambil selama semester ganjil tidak ada praktikum sama sekali.
Melihat permasalahan seperti itu, Ketua Laboratorium (KALAB) pusat UNITRI, Budi Santoso mengatakan bahwa pembayaran uang praktikum tersebut dihitung selama 8 semester, kendati MK praktikumnya masih terpusat di semester 3 atau 4 bukan dari semester pertama. Menurut pak Budi, walaupun di semester 1, 2 dan 3 belum ada praktikum tapi pada semester 4 dan seterusnya akan digunakan dan selebihnya digunakan untuk pengembangan fasilitas Lab. Jadi cara memahaminya, total mahasiswa harus menyelesaikan berapa praktikum lalu membutuhkan dana berapa, kemudian jumlah keseluruhan dana itu  dicicil tiap semester. Seperti halnya di TIP, dalam 8 semester mahasiswa harus menyelesaikan sekitar 20 mata praktikum. Kemudian untuk bisa menyelesaikan 20 mata praktikum itu tiap mahasiswa membutuhkan dana Rp. 600.000 yang pembayarannya dicicil tiap semester.
Selanjutnya, dikatakan bahwa mahasiswa yang pada semester ganjil belum membayar, maka nanti bisa membayar double pada semester genap. Sementara itu, sesuai keputusan rapat Lab, mahasiswa semester 7 karena masih ada perkuliahan maka tetap membayar uang praktikum. Hal ini berbeda dengan  mahasiswa yang telah duduk di semester 8. Mereka akan dibebaskan dari pembayaran uang praktikum jika sudah selesai MK-nya. “kalau semester 8 benar-benar free, tidak mengambil MK teori atau tinggal skripsi saja, gak usah bayar” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya (10/03/11).
Mengenai tempat pembayaran, pak Budi mengaku sampai saat ini masih belum menemukan ketentuan yang tetap, tapi yang jelas bukan di Lab. Namun untuk sementara bisa membayar melalui biro keuangan. Di akhir wawancara, beliau mengatakan bahwa jika masih ada pelayanan yang kurang dari pihak kampus mohon maaf karena SK-nya baru keluar pada semester ganjil 2010/2011 dan masih harus mengadakan penyesuaian. “kami akan selalu melakukan evaluasi setiap semester untuk pengembangan pelayanan yang lebih baik” ungkapnya. (el/lola)

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | SharePoint Demo